Doa Kumail/Doa Khaidir AS.

DOA KUMAIL / DOA NABI kHIDIR A.S (Latin, Arab, dan Terjemahannya)

Kumayl bin Ziyad Nakha’i adalah sahabat pilihan Imam Ali AS. Ketika Imam Ali AS memerintah, (35-40H), Kumayl dlantik menjadi wali kota Hait. Ia akhirnya menemui kesyahidannya pada tahun 83 hijrah dalam usia 90 tahun atas perintah penguasa zalim, Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi. Kumayl dimakamkan di suatu tempat bernama Tsaubah, yang terletak di antara Najaf al-Asyraf dan Kufah, di Iraq.

Doa Kumayl ini telah diajarkan oleh Imam Ali AS kepada Kumayl RA. Menurut Sayyid Ibn Thawwus dalam kitab Iqbal,riwayat ini disampaikan oleh Kumayl:” Pada suatu hari, saya duduk di masjid Basrah bersama Maulana Amirul Mu’minin Ali AS membicarakan hal Nisfu Sya’ban. Ketika ditanya tentang ayat,” Fiha yufraqu kullu amrin hakim,” (Surah al-Dukhaan:4), Imam Ali AS mengatakan bahawa ayat ini mengenai Nisfu Sya’ban; orang yang beribadat di malam itu, tidak tidur, dan membaca Doa Hadrat Hidhr AS akan diterima doanya.”

“Ketika Imam Ali pulang ke rumahnya, di malam itu, saya menyusulinya. Melihat saya, Imam AS bertanya,” Apakah keperluan anda ke mari?” Jawab saya, ” Saya ke sini untuk mendapatkan Doa Hadrat Hidhr.” Imam mempersilakan saya duduk, seraya mengatakan,” Ya Kumayl, apabila anda menghafal doa ini dan membacanya setiap malam Juma’at,cukuplah itu untuk melepaskan anda dari kejahatan, ada akan ditolong Allah, diberi rezeki, dan doa ini akan dimakbulkan. Ya Kumayl, lamanya persahabatan serta perkhidmatan anda, menyebabkan anda dikurniai nikmat dan kemuliaan untuk belajar (doa ini).”

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu, dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu
dengan kekuasaan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu
dan karenanya merunduk segala sesuatu dan karenanya merendahkan segala sesuatu
dengan kemuliaan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu
dengan kekuatan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu
dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu
dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu
dengan wajah-Mu yang kekal setelah punah segala sesuatu
dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesutu
dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu
dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu

Wahai Nur, wahai Yang Mahasuci!

Wahai Yang Awal dari segala yang awal!
Wahai Yang Akhir segala yang akhir!

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menuruntuhkan penjagaan.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak karunia
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menahan doa
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merunkan bala’
Ya Allah, ampunilah segala dosa yang telah kulakukan
dan segala kesalahan yang telah kukerjakan

Ya Allah, aku datang menghampiri-Mu dengan zikir-Mu,
aku memohon pertolongan-Mu dengan diri-Mu,
aku bermohom pada-Mu dengan kemurahan-Mu,
dekatkan daku keharibaan-Mu,
sempatkan daku untuk bersyukur pada-Mu,
bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu.

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan permohonan hamba yang rendah,
hina dan ketakutan,
maafkan daku, sayangi daku,
dan jadikan daku ridha dan senang pada pemberian-Mu.
dan dalam segala keadaan tunduk kepada-Mu

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu
dengan permohonan orang yang berat keperluannya
yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya pada-Mu
yang besar kedambaannya untuk meraih
apa yang ada di sisi-Mu

Ya Allah, mahabesar kekuasaan-Mu,
mahatinggi kedudukan-Mu,
selalu tersembunyi rencana-Mu, selalu tampak kuasa-Mu
selalu tegak kekuatan-Mu, selalu berlaku kodrat-Mu
tak mungkin lari dari pemerintahan-Mu

Ya Allah, tidak kudapatkan pengampunan bagi dosaku,
tiada penutup bagi kejelekanku,
tiada yang dapat menggantikan
amalku yang jelek dengan kebaikan,
melainkan Engkau, Tiada Tuhan kecuali Engkau
Mahasuci Engkau dengan segala puji-Mu

Telah aku aniaya diriku
telah berani aku melanggar, karena kebodohan,
tetapi aku tenteram,karena bersandar pada sebutan-Mu dan karunia-Mu padaku
Ya Allah, Pelindungku,
betapa banyak kejelekan telah Kaututupi,
betapa banyak malapetaka telah Kauatasi,
betapa banyak rintangan telah Kausingkirkan,
betapa banyak bencana telah Kautolakkan,
betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kausebarkan.

Ya Allah, besar sudah bencanaku,
berlebihan sudah kejelekan keadaanku,
rendah benar amal-amalku, berat benar belenggu (kemalasanku).
Angan-angan panjang telah menahan manfaat dari diriku,
dunia dengan tipuannya telah memperdayaku,
dan diriku (telah terpedaya) karena ulahnya, dan karena kelalainku.

Wahai Junjunganku,
aku bermohon pada-Mu dengan segala kekuasaan-Mu,
jangan Kaututup doaku karena kejelekan amal dan perangaiku

jangan Kauungkapkan rahasiaku yang tersembunyi,
yang telah Engkau ketahui,
jangan Kausegerakan siksa padaku yang kulakukan dalam kesendirianku,
karena perbuatan buruk dan kejelekan
karena kebiasaanku untuk melanggar batas, dan kebodohan,
karena banyaknya nafsuku dan kelalaianku.

Ya Allah, dengan kemulian-Mu,
sayangi daku dalam segala keadaan,
kasihi daku dalam segala perkara.
Ialhi, Rabbi,
kepada siapa lagi selain Engkau,

aku memohon dihilangkan kesengsaraanku, dan diperhatikan urusanku.
Ilahi, Pelindungku, Engkau kenakan padaku hukum, tetapi disitu aku ikuti hawa nafsuku;
aku tidak cukup waspada terhadap tipuan (setan) musuhku,
maka terkecohlah aku lantaran nafsuku,
dan berlakulah ketentuan-Mu atas diriku
ketika kulanggar sebagian batas yang Kautetapkan bagiku,
dan kubantah sebagian perintah-Mu
Namun bagi-Mu segala pujiku atas semua itu;
tiada alasan bagiku (menolak) ketentuan yang Kautetapkan bagiku,
demikian pula hukum dan ujian yang menimpaku.

Aku datang kini menghadap-Mu, ya Ilahi,
dengan segala kekuranganku,
dengan segala kedurhakaanku (pelanggaranku),
sambil menyampaikan pengakuan dan penyesalanku
dengan hati yang hancur luluh,
memohon ampun dan berserah diri,
dengan rendah hati mengakui segala kenistaanku.
Karena segala cacatku ini,
tiada aku dapatkan tempat melarikan diri,
tiada tempat berlindung untuk menyerahkan urusanku,
selain pada kehendak-Mu untuk menerima pengakuan kesalahanku
dan memasukkan aku pada kesucian kasih-Mu.

Ya Allah, terimalah pengakuanku, dan kasihanilah beratnya kepedihanku
lepaskan dari kekuatan belengguku.
kasihanilah kelemahan tubuhku,
kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku.
Wahai Tuhan yang mula-mula menciptakanku,
menyebutku, mendidikku, memperlakukanku dengan baik,
dan memberiku kehidupan,
karena permulaan karunia-Mu,
karena Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan,
berilah aku karunia-Mu.

Ya Allah, Junjunganku, Pemeliharaku!
Apakah Engkau akan menyiksaku dengan api-Mu,
setelah mengesakan-Mu
setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu
setelah lidahku bergetar menyebut-Mu
setelah jantung terikat dengan cinta-Mu
setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku,
seraya tunduk bersimpuh pada rububiyah-Mu
Tidak, Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang Kau ayomi,
atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan, atau menyisihkan
orang yang Engkau naungi,
atau menjatuhkan pada bencana orang yang Enkau cukupi dan Engkau sayangi

Aduhai diriku!
Junjunganku, Tuhanku, Pelindungku!
Apatah Engkau akan melemparkan ke neraka
wajah-wajah yang tunduk rebah karena kebesaran-Mu,
lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan keesaan-Mu
dan dengan pujian mensyukuri nikmat-Mu,
kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui
uluhiyah-Mu.
hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau
sehingga bergetar ketakutan

wa ‘alâ jawâriha sa‘at ilâ awthâni ta‘abbudi thâi‘ah
tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi-Mu
dan dengan merendah memohon ampunan-Mu
Tidak sedemikian itu persangkaan kami tentang-Mu
padahal telah diberitakan kepada kami tentang
keutamaan-Mu

Wahai Pemberi karunia, wahai Pemelihara!
Engkau mengetahui kelemahanku
dalam menanggung sedikit dari bencana dan siksa dunia
serta kejelekan yang menimpa penghuninya;
Padahal semua (bencana dan kejelekan) itu
singkat masanya, sebentar lalunya, dan pendek usianya.

Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat
dan kejelekan hari akhir yang besar,
bencana yang panjang masanya dan kekal menetapnya
serta tidak diringankan bagi orang yang menanggungnya; sebab semuanya tidak terjadi kecuali karena murka-Mu, karena balasan dan amarah-Mu.

Inilah, yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya
Wahai Junjunganku,
bagaimana mungkin aku (menanggungnya)?
Padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina,
malang, dan papa.

Ya Ilahi, Tuhanku, Junjunganku, Pelindungku!
Urusan apa lagi kiranya yang akan aku adukan pada-Mu?
Mestikah aku menagis menjerit? karena kepedihan dan beratnya siksaan?
atau karena lamanya cobaan?
Sekiranya Engkau siksa aku beserta nusuh-musuh-Mu
dan Engkau himpunkan aku bersama penerima bencana-Mu
dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih-Mu dan kecintaan-Mu
Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Tuhanku!

Oh … seandainya aku,
Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu,
mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dengan-Mu?
Dan sekiranya aku mampu bersabar menahan
panas api-Mu?

mana mungkin aku bersabar tidak melihat kemuliaan-Mu?
Mana mungkin aku tinggal di neraka-Mu,
padahal harapanku hanya maaf-Mu!
Demi kemuliaan-Mu, wahai Junjunganku dan Pelindungku!
Aku bersumpah dengan tulus;

Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara di sana
di tengah penghuninya, aku akan menangis
tangisan mereka yang menyimpan harapan
Aku akan menjerit
jeritan mereka yang memohon pertolongan
Aku akan merintih – rintihan mereka yang kekurangan
Sungguh, aku akan menyeru-Mu,
di mana pun Engkau berada,
Wahai Pelindung kaum mukminin,
wahai tujuan harapan kaum arifin,
wahai lindungan kaum yang memohon perlindungan,
wahai kekasih kalbu para pecinta kebenaran
wahai Tuhan seru sekalian alam

Mahasuci Engkau, Ilahi, dengan segala puji-Mu!
Akankah Engkau dengar di sana suara hamba muslim,
yang terpenjara dengan keingkarannya,
yang merasakan siksanya karena kedurhakaannya
yang terperosok ke dalamnya karena dosa dan nistanya;
ia merintih pada-Mu dengan mendambakan rahmat-Mu,
ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu,
ia bertawasul pada-Mu dengan rububiyah-Mu,

Wahai Pelindungku!
Bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa,
padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang terdahulu.
Mana mungkin neraka menyiksanya
padahal ia mendambakan karunia dan kasih-Mu.
Mana mungkin nyalanya membakarnya,
padahal Engkau dengar suaranya
dan Engkau lihat tempatnya.

Mana mungkin jilatan apinya mengurungnya,
padahal Engkau mengetahui kelemahannya.
Mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya,
padahal Engkau mengetahui ketulusannya.
Mana mungkin Zabaniyah menghempaskannya,
padahal ia memanggil-manggil-Mu: Ya Rabbi!

Mana mungkin ia mengharapkan karunia kebebasan daripadanya,
lalu Engkau meninggalkannya di sana.
Tidak, tidak demikian itu sangkaku pada-Mu.
tidaklah demikian yang makruf tentang karunia-Mu
Tidak mungkin seperti itu perlakuan-Mu
terhadap kaum beriman,

melainkan kebaikan dan karunialah yang Engkau berikan.
Dengan yakin aku berani berkata, kalaulah bukan
karena keputusan-Mu untuk menyiksa
orang yang mengingkari-Mu
dan putusan-Mu untuk mengekalkan di sana
orang-orang yang melawan-Mu,
tentu Engkau jadikan api seluruhnya sejuk dan damai,
tidak akan ada lagi di situ tempat tinggal
dan menetap bagi siapa pun

Tetapi, mahakudus nama-nama-Mu.
Engkau telah bersumpah
untuk memenuhi neraka dengan orang-orang kafir
dari golongan jin dan manusia seluruhnya
Engkau akan mengekalkan di sana kaum durhaka
Engkau dengan segala kemulian puji-Mu!
Engkau telah berkata, setelah menyebutkan nikmat yang Engkau berikan

“Apakah orang mukmin seperti orang kafir,
sungguh tidak sama mereka itu.”

Ilahi, Junjunganku!
Aku memohon pada-Mu
dengan kodrat yang telah Engkau tentukan,
dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan,
dan yang telah Engkau tentukan berlaku
pada orang yang dikenai;

Ampunilah bagiku, di malam ini, di saat ini,
semua nista yang pernah aku kerjakan, semua dosa yang pernah aku lakukan,
semua kejelekan yang pernah aku rahasiakan, semua kedunguan
yang pernah aku amalkan,
yang aku sembunyikan atau tampakkan, yang aku tutupi atau tampakkan.
Ampuni semua keburukan, yang telah Engkau perintahkan
malaikat yang mulia mencatatnya
Mereka yang Engkau tugaskan untuk merekan
segala yang ada padaku;
mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama seluruh anggota badanku;

Dan Engkau sendiri mengawal di belakang mereka,
menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka.
Dengan rahmat-Mu, Engkau sembunyikan kejelekan itu;
Dengan karunia-Mu, Engkau menutupinya.
Perbanyaklah bagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan
atau setiap karunia yang Engkau limpahkan
atau setiap keberuntungan yang Engkau sebarkan
atau rizki yang Engkau curahkan
atau dosa yang Engkau ampunkan
atau kesalahan yang Engkau sembunyikan

Y Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi!
Ya Ilâhî wa Sayyidî wa Mawlâya wa Mâlika riqqî

Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Pemilik nyawaku!
Wahai Zat yang di tangan-Nya ubun-ubunku!
Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku!
Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku!

Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi!
Aku memohon pada-Mu dengan kebenaran
dan kesucian-Mu
dengan keagungan sifat dan asma-Mu!
Jadikan waktu-waktu malam dan siangku
dipenuhi dengan zikir pada-Mu
dihubungkan dengan kenaktian pada-Mu
diterima amalku di sisi-Mu,
sehingga jadilah amal dan wiridku seluruhnya
wirid yang satu,
dan kekalkanlah selalu keadaanku dalam berbakti pada-Mu

Wahai Junjunganku, wahai Zat yang kepada-Nya
aku percayakan diriku!
wahai Zat yang kepada-Nya
aku adukan keadaanku!

Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi!
Kokohkan anggota badanku untuk berbakti pada-Mu.
Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku.
Karuniakan padaku kesungguhan untuk bertakwa
pada-Mu,

kebiasaan untuk meneruskan bakti pada-Mu,
sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama para penghulu
dan berlari ke arah-Mu bersama orang-orang terkemuka,
merindukan dekat pada-Mu bersama yang merindukan-Mu.
Jadikan daku dekat pada-Mu – dekatnya orang-orang yang ikhlas,
dan takut pada-Mu – takutnya orang-orang yang yakin.
Sekarang aku berkumpul di hadirat-Mu bersama kaum mukminin.

Ya Allah!
Siapa saja yang bermaksud buruk padaku, tahanlah dia,
siapa saja yang memperdayaku, gagalkan dia.
Jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya
di sisi-Mu,
yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu,
yang paling istimewa tempatnya di dekat-Mu.

Sungguh, semua ini tidak akan tercapai,
kecuali dengan karunia-Mu.
Limpahkan padaku kemurahan-Mu
Sayangi aku dengan kebaikan-Mu
Jaga diriku dengan rahmat-Mu
Gerakkan lidahku untuk selalu berzikir pada-Mu
Penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu
Berikan padaku yang terbaik dari ijabah-Mu
Hapuslah bekas kejatuhanku
Ampuni ketergelinciranku

Sungguh, telah Engkau wajibkan hamba-hamba-Mu beribadah pada-Mu,
Engkau perintahkan mereka untuk berdoa pada-Mu
Engkau jaminkan pada mereka ijabah-Mu
Karena itu, kepada-Mu, ya Rabbi,
aku hadapkan wajahku
kepada-Mu, ya Rabbi, aku ulurkan tanganku
Demi kebesaran-Mu, perkenankan doaku,
sampaikan daku pada cita-citaku
Jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu
Lindungi aku dari kejahatan jin dan manusia musuh-musuhku.

Wahai Yang Mahacepat ridha-Nya!

Ampunilah orang yang tidak memiliki apa pun kecuali doa,

karena Engkau perbuat apa kehendak-Mu
Wahai Yang nama-Nya adalah obat
Yang zikir-Nya adalah penyembuhan
Yang ketaatan-Nya adalah kekayaan!

Kasihanilah orang yang hartanya hanya harapan

dan senjatanya hanya tangisan
Wahai Penabur karunia!
Wahai Penolak bencana!
Wahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas
dalam kegelapan!
Wahai Yang Mahatahu tanpa diberitahu!

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Lakukan padaku apa yang layak bagi-Mu
Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan
kepada Rasul-Nya serta para imam yang mulia dari keluarganya; sampaikan salam kepada mereka.

بِسمِ اللهِ الرّحمنِ الرَّحيمِ

(Bismillahir Rahmanir Rahim)

اللّهُمّّ إنِّي أسألك بِرَحمَتِكَ الّتي وَسِعَتْ كُلَّ شَيءٍ
(Allahomma inni as’aloka birahmatikal-lati wasi’at kolla shay’,)

وَبِقُوَّتِكَ الَّتي قَهَرتَ بِها كُلَّ شيءٍ وخَضَعَ لَها كُلُّ شيءٍ وَذّلَّ لَها كُلُّ شيءٍ
(Wa biqowatikal-lati qaharta biha kolla shay’ wa khada’a laha kollo shay’, wa dhalla laha kollo shay’,)

وَبِجَبَروتِكَ الَّتي غَلَبتَ بِها كُلَّ شيءٍ
(Wa bijabaroutikal-lati ghalabta biha kolla shay’,)

وَبِعزَّتِكَ الَّتي لا يَقُومُ لَها شيءٍ
(Wa bi-izzatikal-lati la yaqomo laha shay’,)

وَبِعَظَمَتِكَ الّتي مَلأتْ كُلَّ شيءٍ
(Wa bi-adamatikal-lati mala’at kolla shay’,)

وَبِسُلطانِكَ الّذي عَلا كُلَّ شيءٍ
(Wa bi-soltanikal-ladhi ‘ala kolla shay’,)

وَبِوَجهِكَ الباقي بَعدَ فَناءِ كُلِّ شيءٍ
(Wa bi-wajhikal-baqi ba’ada fana’i kolli shay’,)

وَبِأسمائِكَ الَّتي مَلأَتْ أركانَ كُلِّ شيءٍ
(Wa bi-asma’ikal-lati mala’at arkana kolli shay’,)

وَبِعِلمِكَ الَّذي أحاطَ بِكُلِّ شيءٍ
(Wa bi’ilmikal-ladhi ahata bikolli shay’,)

وَبِنُورِ وَجهِكَ الَّذي أضاءَ لَهُ كُلُّ شَيءٍ
(Wa binuri wajhikal-ladhi ada’a laho kollu shay’,)

يا نُورُ يا قُدُّس يا أوَّلَ الأوَّلينَ ويا آخِرَ الآخَرينَ
(Ya nuru ya qoddus ya awwalal-awwalin wa ya akhiral-akhirin,)

اللّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنُوبَ الّتي تَهتِكُ العِصَمَ
(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tahtikol ‘isam,)

اللّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الّتي تُنزِلُ النِّقَمَ
(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tonzilol niqam,)

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تُغَيِّرُ النِّعَمَ
(Allahomma ighfir li-yel dhonoubul-llati toghayyrun ni’am,)

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تَحبِسُ الدُّعاءَ
(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tahbisul du’a,)

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تُنزِلُ البَلاءَ
(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tonzilul bala’,)

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تَقطَعُ الرَّجاءَ
(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati taqtaorraja’,)

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ كُلَّ ذَنْبٍ أذْنَبتُهُ وَكُلَّ خَطيئَةٍ أخْطَأتُها
(Allahomma ighfir li-yal kolla dhanbi adhnabtoho wa kolla khati’ati akht’atoha,)

هُمَّ إنَّي أَتَقَرَّبُ إلَيكَ بِذِكرِكَ وَأسْتَشْفِعُ بِكَ إلى نَفْسِكَ
(Allahomma inni ataqarrabo ilayka bidhikrika wa astashfi’o bika ila nafsik,)

وَأسْألُكَ بِجودِكَ أنْ تُدْنِيَني مِنْ قُربِكَ وَأنْ تُوزِعَني شُكْرَكَ وَأنْ تُلْهِمَني ذِكْرَكَ
(wa as’aloka bijoudika an tudniyani min qorbika wa an touzi’ani shukraka wa an tulhimani dhikrak,)

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ سُؤالَ خاضِعٍ مُتَذَلِلٍ خاشِعٍ أن تُسامِحَني وَتَرحَمَني
(Allahomma inni as’aloka su’ala khad’i motadhallili khashi’i an tusamihani wa tarhamani,)

وَتَجْعَلَني بِقِسْمِكَ راضِياً قانِعاً وفي جَميعِ الأحْوالِ مُتَواضِعاً
(Wa taj’alani biqasamika radi-yan qani’an wa fi jami’’l ahwali motawadi’an,)

اللَّهُمَّ وَأسألُكَ سُؤالَ مَنْ اشْتَدَّت فاقَتهُُ
(Allahomma wa as’aloka so’ala man ish-taddat faqatoh,)

وَأنْزَلَ بِكَ عِنْدَ الشَدائِدِ حاجَتَهُ وَعَظُمَ في ما عِنْدَكَ رَغْبَتُهُ
(Wa anzala bika’inda shada’id hajataho wa’adoma fima ‘indaka raghbatoho,)

اللَّهُمَّ عَظُمَ سُلطانُكَ وَعَلا مَكانُكَ وَخَفِيَ مَكْرُكَ وَظَهَرَ أمرُكَ
(Allahomma ‘adoma soltanok wa ‘ala makanok wa khafiya makrok wa dahara ‘amrok,)

وَغَلَبَ قَهْرُكَ وَجَرَتْ قُدْرَتُكَ وَلا يُمْكِنُ الفِرارُ مِنْ حُكُومَتِكَ
(Wa ghalaba qahrok wa jarat qotratak wa la yomkinol firaro min hokoumatika,)

اللَّهُمَّ لا أجِدُ لِذُنُوبي غافِراً ولا لِقَبائِحي ساتِراً ولا لِشيءٍ مِنْ عَمَلِيَ القَبيحِ بالحَسَنِ مُبَدِّلاً غَيْرُكَ
(Allahomma la ‘ajido lidhonoubi ghafiran wala liqaba’ihi satiran wala lishay’in min ‘amaliyal qabih bilhasani mobaddilan ghayrak,)

لا إلهَ إلاّ أنْتَ سُبْحانَكَ وَبِحَمدِكَ ظَلَمْتُ نَفْسي وَتَجَرَّأتُ بِجَهلي
(La ilaha illa anta sobhanaka wa bihamdika dalamto nafsi wa tajarr’ato bijahli,)

وَسَكَنْتُ إلى قَدِيمِ ذِكرِكَ لِي وَمَنِّكَ عَلَيَّ
(Wa sakanto ila qadimi dhikrika li wa mannika ‘alayya,)

اللَّهُمَّ مَوْلايَ كَمْ مِن قَبيحٍ سَتَرتَهُ وَكَمْ مِنْ فادِحٍ مِنَ البَلاءِ أقَلْتَهُ
(Allahomma mowlay kam min qabihi satartah w kam min fadihi minal bala’i aqaltah,)

وَكَمْ مِنْ عِثارٍ وَقَيْتَهُ وَكَم مِنْ مَكْروهٍ دَفَعْتَهُ
(Wakam min ‘itharin waqaytah wakam min makrohin dafa’tah,)

وَكَم مِن ثَناءٍ جَميلٍ لَسْتُ أهْلاً لَهُ نَشَرتَهُ
(Wakam min thana’in jamilin lasto ahlan laho nashartah,)

اللَّهُمَّ عَظُمَ بَلائي وَأفْرَطَ سُوءُ حالي وَقَصُرت بِي أعْمالي
(Allahomma ‘adoma bala’i wa afrata bi sou’hali wa qasorat bi ‘a’mali,)

وَقَعَدَتْ بي أغْلالِي وَحَبَسني عَن نَفْعي بُعْدُ آمالِي
(Wa qa’adat bi aghlali wa habasani ‘an nafi b’odo amali,)

وَخَدَعَتْني الدٌُّنيا بِغُرورِها وِنَفْسي بِخِيانَتِها وَمِطَالِي
(Wa khada’atni ad donya bighorouriha wanafsi bikhyanatiha wa mitali,)

يا سيِّدي فَأسألُكَ بِعِزَّتِكَ أن لا يَحجُبَ عَنْكَ دُعائِي سُوءُ عَمَلي وَفَعالِي
(Ya Sayydi fa as’aloka bi’izaatika an la yahjoba ‘anka du’a’i sou’ ‘amali wa fi’ali,)

وَلا تَفْضَحني بَخَفِيِّ ما اطَّلَعْتَ عَلَيهِ مِن سِرِّي
(Wala tafdahni bikhafiyi mat tal’ata ‘alaihi min sirri,)

ولا تُعاجِلْني بالعُقُوبَةِ على ما عَمِلتُهُ في خَلَواتي مِن سُوءِ فِعْلِي وإساءتي ودَوامِ تَفْريطِي وَجَهالَتي وَكَثْرةِ شَهَواتي وَغَفْلَتي
(Wala to’ajilni bil ‘oqoubati ‘ala ma ‘amiltoho fi khalawati, min sou’ f’ili wa isa’ati wadawam tafriti wajahalati wakathrat shahawati wa ghaflati,)

وَكُنِ اللَّهُمَّ بِعِزَّتِكَ لِي في الأحْوالِ كُلِّها رَؤوفاً وَعَلَيَّ في جَميعِ الأمُورِ عَطُوفاً
(Wa koni allahommah i’izzatika li fil ahwali koliha ra’ofan wa ‘alayya fi jami’il omouri ‘atoufa,)

إلهي وَرَبِّي مَنْ لِي غَيْرُكَ أسْألُهُ كَشفَ ضُرِّي وَالنَّظَرَ في أمْري
(Ilahi warabbi man li ghayroka as’aloho kashfa dorri wannadara fi amri,)

إلهي وَمَولايَ أجْرَيتَ عَلَيَّ حُكْماً اتَّبَعْتَ فيه هَوى نَفْسي
(Ilahi wa mawlaya ajrata ‘alayya hokman ittab’ato fihi hawa nafsi,)

وَلَمْ أحْتَرِس فِيهِ مِنْ تَزيينِ عَدُّي فَغَرَّني بِما أهْوى وَأسْعَدَهُ على ذلِكَ القَضاءُ
(Walam ahtaris fihi min tazyini ‘adowi fagharrani bima ahwa wa as’adaho ala dhalikal qada’,)

فَتَجاوَزْتُ بِما جَرى عَلَيَّ مِن ذلِكَ بَعْضَ حُدودِكَ وَخالَفْتُ بَعْضَ أوامِرِكَ
(Fatajawaztu bima jara ‘alayya min dhalika b’ada hodoudika wa khalafto b’ada awamirik,)

فَلَكَ الحَمْدُ عَلَيَّ في جَميعِ ذلِكَ وَلا حُجَّةَ لي في ما جَرى عَلَيَّ فِيهِ قَضاؤُكَ وَألْزَمَني حُكْمُكَ وَبَلاؤُكَ
(Falakal hamdo ‘alayya jami’ dhalika wala hodjata li fima jara ‘alayya fihi qada’oka wa alzamani hokmoka wa bala’ok,)

وَقَدْ أتَيْتُكَ يا إلهي بَعْدَ تَقْصيري وَإسْرافِي على نَفْسي مُعْتَذِراً نادِماً مُنْكَسِراً مُسْتَقيلاً مُسْتَغْفِراً مُنيباً مُقِرَّاً مُذْعِناً مُعتَرِفاً
(Wa qad ataytoka ya ilahi b’ada taqsiri wa israfi ‘ala nafsi m’otadhiran nadiman monkasiran mostaqilan mostaghfiran moniban moqirran, modh’inan m’otarifa,)

لا أجدُ مَفَرَّاً مِمّا كانَ مِنَّي ولا مَفْزَعاً أتَوَجَّهُ إلَيهِ في أمْري غَيْرَ قُبُولِكَ عُذْري وإدْخالِكَ إيَّايَ في سَعَةِ مِنْ رَحْمَتِكَ
(La ajido mafarran mimma kana mini wala mafza’an atawajaho ilayhi fi amri ghayra qaboulika ‘odhri wa idkhalika iyyaya fi sa’ati rahmatik,)

اللَّهُمَّ فَاقْبَلْ عُذْري وَارْحَمْ شِدَّةَ ضُرَّي وَفُكَّني مِنْ شَدَّ وَثاقِي
(Allahomma faqbal ‘odhri warham shiddata dorri wa fokkani min shaddi wathaqi,)

يا رَبِّ ارْحَمْ ضَعْفَ بَدَني وَرِقَّةَ جِلْدِي وَدِقَّةَ عَظْمِي
(Ya rabbi irrham d’afa badani w riqqata jildi wa diqqata ‘admi,)

يا مَنْ بَدَءَ خَلْقِي وَذِكْرِي وَتَرْبِيَتي وَبِرِّي وَتَغْذِيَتي
(Ya man bada’a khalqi wadhikri wa tarbiyati wa birri wa taghdhiyati,)

هَبْني لإِبْتِداءِ كَرَمِكَ وَسالِفِ بِرِّكَ بِي
(Habni libtida’i karamika wa salifi birrika bi,)

يا إلهي وَسَيِّدي وَرَبِّي أتُراكَ مَعَذِّبي بِنارِكَ بَعْدّ تَوْحيدِكَ
(Ya ilahi wa sayydi wa rabbi atoraka mo’adhibi binarika b’ada tawhidik,)

وَبَعدَ ما انْطَوى عَلَيهِ قَلْبي مِنْ مَعْرِفَتِكَ وَلَهِجَ بِهِ لِسانِي مِنْ ذِكْرِكَ
(Wa b’ada mantawa ‘alayhi qalbi min ma’rifatika wa lahija bihi lisani min dhikrik,)
And after what has my heart implied the knowledge of You; and what has my tongue constantly mentioned the remembrance of You;

وَاعْتَقَدَهُ ضَميرِي مِنْ حُبِّكَ وَبَعدَ صِدْقِ اعْتِرافِي وَدُعائِي خاضِعاً لِرُبُوبِيَّتِكَ
(Wa ‘taqadaho damiri min hobbika wa b’ada sidqi ‘itirafi wa du’a’i khadi’an liroboubiyatik,)

هَيْهات أنْتَ أكْرَمُ مِنْ أنْ تُضَيِّعَ مَنْ رَبَّيْتَهُ أو تُبْعِدَ مَنْ أدْنَيْتَهُ
(Hayhat anta akramo min an todayy’a man rabbayta aw toba’da man adnaytah,)

أو تُشَرِّدَ مَنْ آوَيْتَهُ أو تُسَلِّمَ إلى البَلاءِ مَنْ كَفَيْتَهُ وَرَحِمْتَهُ
(Aw tosharrida man awayta aw tosallima ilal bala’ man kafaytah wa rahimtah,)

وَلَيْتَ شِعْري يا سَيِّدي وإلهي ومَوْلايَ أتُسَلِّطُ النارَ على وُجُوهٍ خَرَّتْ لِعَظَمَتِكَ ساجِدَةً
(Wa layta sh’iri ya sayydi wa ilahi wa mawlay atusallito nara ‘ala woujouhin kharrat li’adamatika sajidah,)

ادِحَةًوعلى ألْسُنٍ نَطَقَتْ بِتَوحِيدِكَ صادِقَةً وبِشُكْرِكَ م
(Wa ‘ala alsonin nataqat bitawhidika sadiqah wa bishokrika madiha,)

وعلى قُلُوبٍ اعْتَرَفَتْ بإلهِيَّتِكَ مُحَقِّقَةً
(Wa ‘ala qoloubin ‘itarafat bi ilahi-yatika mohaqqiqah,)

وعلى ضَمائِرَ حَوَتْ مِنَ العِلْمِ بكَ حَتّى صارَتْ خاشِعَةً
(Wa ‘ala dama’ira hawat minal ‘ilmi bika hatta sarat khashi’ah,)

وعلى جَوارِحَ سَعَتْ إلى أوطانِ تَعَبُّدِكَ طائِعَةً وَأشارَت بِاسْتِغْفارِكَ مُذْعِنَةً
(Wa ‘ala jawariha sa’at ila awtan ta’abbokida ta’i’ah wa asharat bistaghfarika modh’inah,)

ما هكَذا الظُنُّ بِكَ ولا أُخْبِرْنا بِفَضْلِكَ عَنْكَ يا كَريمُ
(Ma hakadha danno bika wala okhbirna bifadlika ‘anka ya karim,)

يا رَبِّ وأنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفي عَن قَليلٍ مِن بَلاءِ الدُّنْيا وَعُقُوباتِها
(Ya rabbi wa anta t’alam d’afi an qalili min bala’i donya wa ‘oqoubatiha,)

وما يَجْري فيها مِنَ المَكارِهِ على أهْلِها
(Wama yajri fiha minal makarihi ‘ala ahliha,)

على أنَّ ذلِكَ بَلاءٌ وَمَكرُوهٌ قَليلٌ مَكْثُهُ يَسيرٌ بَقاؤُهُ قَصيرٌ مُدَّتُهُ
(Ala anna dhalika bala’o wa makrouho qalilon makthoho yasiron, baqa’oh, qasiron moddatoh,)

فَكَيفَ احتِمالِي لِبَلاءِ الآخِرَةِ وَجَليلِ وُقُوعِ المَكارِهِ فيها
(Fakayfa ihtimali libala’il akhirati wa jalili wouqou’il makarih fiha,)

وَهُوَ بَلاءٌ تَطُولُ مُدَّتُهُ وَيَدومُ مَقامُهُ وَلا يُخَفَّفُ عَن أهلِهِ
(Wahwa bala’o tatol moddatoh wa yadoum maqamoh wala yokhaffaf an ahlihi,)

لأنَّهُ لا يَكُونُ إلاّ عَنْ غَضَبِكَ وَانْتِقامِكَ وَسَخَطِكَ وهذا ما لا تَقُومُ لَهُ السَمواتُ والأرضُ
(Li-annaho la yakounu illa ghadabika wa intiqamika wa sakhatika; wahadha mala taqoumo lahol samawato wal ard,)

يا سَيِّدي فَكَيفَ بِي وأنا عَبْدُكَ الضَّعيفُ الذَّليلُ الحَقيرُ المِسكِينُ المُستَكينُ
(Ya sayydi fakayfa bi wa ana ‘abdukal da-’ifol dhalilol haqirol miskinol mostakin,)

يا إلهي وَرَبِّي وسَيِّدي وَمَولايَ لأيِّ الأمُورِ إلَيْكَ أشْكُو ولِما مِنْها أضِجُّ وَأبْكي
(Ya ilahi wa rabbi wa sayydi wa mawlaya li-’ayyil ‘omouri ilayka ashka ashko wa lima minha adijjo wa abki,)

لألِيمِ العَذابِ وشِدَّتِهِ أمْ لِطُولِ البَلاءِ ومُدَّتِهِ
(La alimil ‘adhabi wa shiddatih, am litoulil bala’i wa moddatih,)

فَلَئِنْ صَيَّرتَني لِلْعُقوباتِ مَعَ أعْدائِكِ وَجَمَعْتَ بَينِي وَبَينَ أهْلِ بَلائِكِ
(Fala’i sayyartani lil-’oqoubati ma’a ‘ada’ika wa jama’ta bayni wabayna ahli bala’ik,)

وَفَرَّقْتَ بَيْني وَبَينَ أحِبَّائِكَ وأوْلِيائِكِ
(Wa farraqta bayni wabayna ahibba’ika wa awli-ya-’ik,)

فَهَبْني يا إلهي وسَيِّدي وَمَولاي وَرَبِّي صَبَرتُ علي عَذابِكَ فَكَيفَ أصْبِرُ علي فِراقِكَ
(Fahabni ya ilahi a sayydi wa mawlaya wa rabbi sabarto ‘ala ‘adhabika’ fakayfa asbiro ‘ala firaqik,)

وَهَبْني صَبَرْتُ علي حَرِّ نارِكَ فَكَيفَ أصْبِرُ عَنِ النَّظَرِ إلى كَرامَتِكَ
(Wahabni sabarto ‘ala harri narika fakayfa asbiro ani nadari ila karamatik,)

أمْ كَيفَ أسْكُنُ في النّارِ وَرَجائِي عَفْوُكَ
(Am kayfa askono fin nari, wa raja’i afwik,)

فَبِعزَّتِكَ يا سَيَّدي وَمَولاي أقْسِمُ صادِقاً لَئِنْ تَرَكْتَني ناطِقاً لأضِجَّنَ إلَيكَ بَينَ أهْلِها ضَجيجَ الآمِلِينَ
(Fabi-’izzatika ya sayydi wa mawlaya, ‘oqsimo sadiqan, La’in taraktani natiqan la’adijjanna ilayka bayna ahliha dajijal amilin,)

ولأصْرُخَنَّ إلَيكَ صُراخَ المُسْتَصْرِخينَ ولأبْكِيَنَّ عَلَيْكَ بُكاءَ الفاقِدِينَ
(Wala asrokhanna ilayka sorakhal mostasrikhina wala ‘abkiyanna ‘alayka boka’al faqidin,)

ولاُنادِيَنَّكَ أيْنَ كُنْتَ يا وَلِيَّ المُؤْمِنِينَ
(Wala ‘onadi-yannaka ayna konta ya waliyyal m’ominin,)

يا غَايَةَ آمالِ العارِفِينَ يا غِياثَ المُسْتَغيثينَ يا حَبيبَ قُلُوبَ الصَّادِقِينَ
(Ya ghayata aamali arifin ya ghiyathal mostaghithin ya habiba qoloubil sadiqin,)

ويا إلهَ العالَمينَ أفَتُراكَ سُبْحانَكَ يا إلهي وَبِحَمدِكَ تَسْمَعُ فيها صَوْتَ عَبْدٍ سُجِنَ فيها بِمُخالَفَتِهِ
(Wa ilahal ‘alamin afatoraka sobhanaka ya ilahi wa bihamdik, tasma’o fiha sawta ‘abdin, moslimin sojina fiha bimokhala fatih,)

وذَاقَ طَعْمَ عَذابِها بِمَعْصِيَتِهِ وَحُبِسَ بَينَ أطْباقِها بِجُرمِهِ وجَريرَتِهِ
(Wa dhaqa t’ama ‘adhabiha bim’asi-yatik wa hobisa bayna atbaqiha bijormihi wa jariratih,)

وَهُوَ يَضِجُّ إلَيكَ ضَجيجَ مُؤمِّلٍ لِرَحْمَتِكَ
(Wahwa yadijjo ilayka dajija mo’ammilin lirahmatika,)

ويُنادِيكَ بِلِسانِ أهْلِ تَوحِيدِكَ وَيَتَوَسَّلُ إلَيْكَ بِرُبُوبِيَّكَ
(Wa yonadika bilisani ‘ahli tawhidika wa yatawassal ilayka birobobiyatik,)

يا مَولاي فَكَيفَ يَبْقى في العَذابِ وَهُوَ يَرْجُو ما سَلَفَ مِنْ حِلْمِكَ (ورَأْفَتِكَ وَرَحْمَتِكَ)
(Ya mawla fakayfa yabqa fil ‘adhbi wahwa yarjo ma salafa min hilmika “wa r’afatika wa rahmatik,”)

أمْ كَيفَ تُؤْلِمُهُ النّارُ وَهُوَ يَأمَلُ فَظْلَكَ وَرَحْمَتَكَ
(Am kayfa t’olimohon naro wahwa y’amalo fadlaka wa rahmatak,)

أمْ كَيفَ يُحْرِقُهُ لَهيبُها وأنْتَ تَسْمَعُ صَوْتَهُ وتَرى مَكانَهُ
(Am kayfa yohriqoho lahiboha wa anta tasma’ sawtah watara makanah,)

أمْ كَيفَ يَشْتَمِلُ عَليهِ زَفيرُها وأنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفَهُ
(Am kayfa yashtamilo ‘alayhi zafiroha wa anta t’alamo d’afah,)

أمْ كَيفَ يَتَقَلْقَلُ بَينَ أطْباقِها وأنْتَ تَعْلَمُ صِدْقَهُ
(Am kayfa yataqalqalo bayna atbaqiha wa anta t’alamo sidaqah,)

أمْ كَيفَ تَزْجَرُهُ زَبانِيَتُها وهُوَ يُناديكَ يا رَبَّه
(Am kayfa tazjoroho zabani-yatoha wahwa yonadika ya rabbah,)

أمْ كَيفَ يَرْجُوا فَضْلَكَ في عِتْقِهِ مِنْها فَتَتْرُكَهُ فيها
(Am kayfa yarjo fadlaka fi itqihi minha fatatrokaho fiha,)

هَيْهاتَ ما ذلِكَ الظُّنُ بِكَ ولا المَعْروفُ مِنْ فَضْلِكَ
(Hayhat, ma dhalikal danno bika, walal m’aroufo min fadlik,)

ولا مَشْبِهٌ لِما عامَلْتَ بِهِ المُوَحِّدينَ مِنْ بِرِّكَ وإحْسانِكَ
(Wala moshbiho lima ‘amalta bihil mowahhidina min birrika wa’ihsanik,)

فبِاليَقينِ أقْطَعُ لَوْلا ما حَكَمْتَ بِهِ مِن تَعْذيبِ جاحِدِيكَ
(Fabil-yaqini ‘aqta’o lawla ma hakamta bihi min t’adhibi jahidik,)

وَقَضَيْتَ بِهِ مِنْ إخْلادِ مُعانِديكَ لَجَعَلْتَ النّارَ كُلَّها بَرْداً وَسَلاماً وَما كَانَ لأحَدٍ فِيها مَقَرَّاً وَلا مُقاماً
(Wa qadayta bih min ‘ikhladi mo’anidika laja’altal nara kollaha bardan wa salaman, wama kana li’ahadin fiha maqarran wala moqama,)

لكِنَّكَ تَقَدَّسَتْ أسْماؤُكَ أقْسَمْتَ أنْ تَمْلأها مِنَ الكافِرينَ
(Lakinnaka taqaddasa asma’oka aqsamta an tamla’aha minal kafirin,)

مِنَ الجِنَّةِ والنّاسِ أجْمَعينَ وأنْ تُخَلِّدَ فيها المُعانِدِينَ
(Minal jinnat wan nasi ajma’in wa an tokhallida fihal mo’anidin,)

وأنْتَ جَلَّ ثَناؤُكَ قُلْتَ مَبْتَدِءاً وتَطَوَّلْتَ بالإنْعامِ مُتَكَرِّماً
(Wa anta jalla thana’oka qolta mobtadi’an watatawlta bilin’am motakarrima,)

أفَمَنْ كَانَ مُؤْمِناً كَمَنْ كَانَ فاسِقاً لا يَسْتَوونَ
(Afaman kana m’ominan kaman kan fasiqan la yastawon,)

إلهي وَسَيِّدي فَأسْألُكَ بالقُدْرَةِ الَّتي قَدَّرْتَها
(Ilahi wa sayydi fa as’aloka bilqodratil lati qaddarataha,)

وبالقَضِيَّةِ الَّتي حَتَمْتَها وَحَكَمْتَها وَغَلَبْتَ مَنْ عَلَيهِ أجْرَيْتَها
(Wa bilqadiyatil lat hatamtaha wa hakamtaha wa ghalabta man alayhi ajraytaha,)

أنْ تَهَبَ لي في هذِهِ الليلة وفي هذه السّاعَةِ كُلَّ جُرْمٍ أجْرَمْتُهُ
(An tahiba li fi hadhihil layla fi hadhihi sa’a kolla jormi ajramtoh,)

وكُلَّ ذَنْبٍ أذْنَبْتُهُ وَكُلَّ قَبِيحٍ أسْرَرتُهُ وَكُلَّ جَهْلٍ عَمِلْتُهُ كَتَمْتُهُ أو أعْلَنْتُهُ أخْفَيْتُهُ أو أظْهَرتُهُ
(Wa kolla dhanbin adhnabtoho wa kolla qabihin asrartoho wa kolla jahlin amiltoho katamtoho aw ‘a’lantoh akhfaytoho aw adhhartoh,)

وَكُلَّ سَيِّئَةٍ أمَرتَ بإثْباتِها الكِرامَ الكاتِبينَ الّذينَ وَكَّلْتَهُم بِحِفظِ ما يَكُونُ مِنّي
(Wa kolla sayyi’atin amarta bi ithbatihal kiramal katibin alladhina wakkaltahom bihifdi ma yakouno minni,)

وَجَعَلْتَهُمْ شُهُوداً عَلَيَّ مَعَ جَوارِحي وَكُنْتَ أنْتَ الرَّقيبَ مِنْ وَرائِهِمْ والشّاهِدَ لِما خَفِيَ عَنْهُم وَبِرَحْمَتِكَ أخْفَيتَهُ وبِفَضْلِكَ سَتَرتَهُ
(Wa ja’altahom shohoudan ‘alayya ma’a jawrihi wa konta antar raqiba ‘alayya min wara’ihim wa sahida lima khafiya anhom wa birahmatika akhfaytaho wa bifadlika satartah ,…..)

وأنْ تُوَفِّرَ حَظِّي مِنْ كُلِّ خَيرٍ تُنْزِلُهُ أو إحْسانٍ تُفَضِّلُهُ
(Wa an towaffira haddi min kolli khayri tonziloh aw ihsanin tofaddiloh,)

أو بِرٍ تَنْشُرُهُ أو رِزْقٍ تَبْسُطُهُ أو ذَنْبٍ تَغْفِرُهُ أو خَطأٍ تَسْتُرُهُ
(Aw birrin tanshoroh aw rizqin tabsotoho aw dhanbin taghfiroho aw khata’in tastoroh,)
Or benefits You spread out; or provisions You extend; or sins You forgive; or error You screen.

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ يا إلهي وسَيِّدي ومَوْلايَ
(Ya rabb’ ya rabbi ya rabbi, ya ilahi wa sayydi wa mawlay,)

ومَالِكَ رِقِّي يا مَنْ بِيَدِهِ ناصِيَتي
(Wa malika riqqi ya man bi-yadihi nasi-yati,)

يا عَليماً بِضُرِّي ومَسْكَنَتي يا خَبيراً بِفَقْري وَفاقَتي
(Ya ‘aliman bidorri wa maskanati ya khabiran bifaqri wa faqati,)

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ أسألُكَ بِحَقِّكَ وقُدْسِكَ وأعْظَمِ صِفاتِكَ وأسْمائِكَ
(Ya rabbi ya rabbi ya rab as’aloka bihaqqika wa qodsika wa ‘a’dami sifatika wa asma’ik,)

أنْ تَجْعَلَ أوْقاتِي في اللَّيلِ والنَّهارِ بِذِكْرِكَ مَعْمُورَةً وبِخِدْمَتِكَ مَوصُولَةً
(An taj’ala awqati fil-layli wa nahari bidhikrika ma’mourah wa bikhidmatika mawsoulah,)

وأعْمالِي عِنْدَكَ مَقْبُولَةً حَتّى تَكُونَ أعْمالِي وَأوْرادِي كُلُّها وِرْداً واحِداً
(Wa a’mali ‘indaka maqboulah hatta takouna a’mal wa awradi kolloha wirdan wahida,)

وَحالِي في خِدْمَتِكَ سَرْمَدا
(Wa hali fi khidmatika sarmada,)

يا سَيِّدي يا مَنْ عَلَيهِ مُعَوَّلي يا مَنْ شَكَوْتُ إليهِ أحْوالي
(Ya sayyidi ya man ‘alayhi mo’awwali ya man ilayhi shakawto ahwali,)

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ قَوِّ على خِدْمَتِكَ جَوارِحي
(Ya rabbi ya rabbi ya rab; qawwi ‘ala khidmatika jawarihi,)

واشْدُدْ على العَزيمَةِ جَوانِحِي
(Wa shdod ‘ala ‘azimati jawanihi,)

وَهَبْ لِيَ الجِدَّ في خَشْيَتِكَ وَالدَّوامَ في الإتِّصالِ بِخِدْمَتِكَ
(Wahab li-yal jidda fi khash-yatika wad-dawama fil ittisal bikhidmatik,)

حَتَّى أسْرَحَ إلَيكَ في مَيادينِ السَّابِقينَ
(Hatta asraha ilayka fi mayadinis sabiqin,)

وَأُسْرِعَ إلَيكَ في المُبادِرينَ وأشْتاقَ إلى قُرْبِكَ في المُشْتاقِينَ
(Wa ‘osri’a ilayka fil mobadirina wa ashtaqa ila qorbika fil moshtaqin,)

وأدْنُوَ مِنْكَ دُنُوَّ المُخْلِصينَ وَأخافَكَ مَخافَةَ المُوقِنِينَ وأجْتَمِعَ في جَوارِكَ مَعَ المُؤْمِنينَ
(Wa adnowa minka donowwa mokhlisin wa akhafaka makhafatal mouqinin, wa ajtami’a fi jiwarika ma’al m’ominin,)

اللَّهُمَّ وَمَنْ أرادَني بِسُوءٍ فأرِدْهُ وَمَنْ كادَنِي فَكِدْهُ
(Allahomma wa man aradani bisou-in fa aridhho, wa man kadani fakid ho,)

واجْعَلْني مِنْ أحْسَنِ عَبِيدِكَ نَصيباً عِنْدَكَ وأقْرَبِهِمْ مَنْزِلَةً مِنكَ وأخَصِّهِمْ زُلْفَةً لَدَيكَ
(Waj’alni min ahsani ‘abidika nasiban ‘indaka wa aqrabihim manzilatan minka, wa akhassihim zolfatan ladayk,)

فإنَّهُ لا يُنالُ ذلِكَ إلاّ بِفَضلِكَ
(Fa innaho la yonalo dhalika illa bifadlik,)

وَجُدْ لِي بِجُودِكَ واعْطِف عَلَيَّ بِمَجْدِكَ واحْفَظني بِرَحْمَتِكَ
(Wajud li bijoudika, wa i’tif alayya bimajdika, wahfadni birahmatik,)

واجْعَلْ لِسانِي بِذِكْرِكَ لَهِجاً وَقَلْبي بِحُبِّكَ مُتَيَّماً
(Waj-al lisani bidhikrika lahija, waqalbi bihubbika motayyama,)

وَمُنَّ عَلَيَّ بِحُسْنِ إجابَتِكَ وأقِلْنِي عَثْرَتي واغْفِرْ لِي زَلَّتي
(Wa monna alayya bihosni ijabatika wa aqilni athrati waghfir li zallati,)

فإنَّكَ قَضَيْتَ على عِبادِكَ بِعِبادَتِكَ وأمَرْتَهُمْ بِدُعائِكَ وَضَمِنْتَ لَهُمُ الإجابَةَ
(Fa-innaka qadayta ‘ala ‘ibadika bi-’ibadatika wa amartahom bidu’ai’ka, wa daminta lahomol ijabah,)

فَإلَيْكَ يا رَبِّ نَصَبْتُ وَجْهِي وَإلَيْكَ يا رَبِّ مَدَدْتُ يَدِي
(Fa-ilayka ya rabbi nasabto wajhi wa-ilayka ya rabbi madadto yadi,)

فَبِعِزَّتِكَ اسْتَجِبْ لي دُعائِي وبَلِّغْني مُناي
(Fabi-izzatika astajib li du’a’i wa ballighni munay,)

ولا تَقْطَعْ مِنْ فَضْلِكَ رَجائِي واكْفِنِي شَرَّ الجِنِّ والإنْسِ مِنْ أعْدائِي
(Wala taqta’ min fadlika raja’i wakfini sharral jinni wal insi min a’da’i,)

يا سَريعَ الرِّضا إغْفِر لِمَنْ لا يَمْلِكُ إلاّ الدُّعاءَ فَإنَّكَ فَعَّالٌ لِمَا تَشاءُ
(Ya sari’ar rida ighfir liman la yamliko illa du’a fa-innaka fa’allon lima tasha,)

يا مَنْ اسْمُهُ دَوَاءٌ وَذِكْرُهُ شِفاءٌ وطاعَتُهُ غِنَىً
(Ya man ismoho dawa’ wa dhikruho shifa’ wa ta’atoho ghinan,)

ارْحَمْ مَنْ رَأسُ مَالِهِ الرَّجاءُ وَسِلاحُهُ البُكاءُ
(Irham man ra’so malihir raja’ wa silahohol boka’,)

يا سابِغَ النِّعَمِ يا دافِعَ النِّقَمِ يا نُورَ المُستَوحِشِينَ في الظُّلَمِ
(Ya sabighan ni’am ya dafi’an niqam ya noura mustawhishina fi dolam,)

يا عَالِماً لا يُعَلَّمْ صَلِّ على مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وافْعَلْ بِي ما أنْتَ أهْلُهُ
(Ya aliman la yo-’allamo salli ala Muhammadin wa’ala Muhammad waf’al bi ma anta ahloh,)

وَصَلَّى اللَّهُ على رَسُولِهِ والأئِمَّةِ المَيَامِينَ مِنْ آلِهِ وَسَلَّمَ تَسْليماً كَثيراً
(Wa sallal-laho ala rasoulihi wal a’immatil mayamina min alihi wasallam tasliman kathira.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: